Korespondensi dengan sahabat pena dari luar negeri..
Hai teman-teman yang sekarang kalian sedang membaca tulisan saya ini..
Pada tulisan kali ini saya ingin bercerita tentang bagaimana ceritanya saya bisa mempunyai sahabat pena di luar negeri.
Kok bisa sih punya sahabat pena dari luar negeri?
“Itu gimana ceritanya yam?” kata taufik
“menarik juga ya, eh itu gimana caranya? Penasaran aja si, emang masih ada ya korespondensi di era digital ini heheh” kata kak Syahid
“seru, jd kepingin nyoba.. ajarin coba..” kata mas Afif.
“kok bisa dapet sapen dari mana mana sih.. caranya begimana dah?” kata ihksan
“yam, emangnya dia ga punya WA apa? kok lu pake ngirim surat segala.. Dan pake email doang kan bisa..” kata Rahel.
Nah, atas dasar pertanyaan-pertanyaan itu lah saya tergerak untuk menuliskannya sekaligus untuk menjawab apa yang mereka tanya.
Jadi begini kawan, aktifitas surat-menyurat saya dengan orang diluar negeri itu berawal dari ‘kegabutan yang hqq’, kalau kata anak jaman now. Atau kalau dalam bahasa yang lebih baku adalah karena saya ketika itu sedang dilanda rasa kebosanan. Kenapa saya merasakan bosan? Karena ketika itu saya sedang berada di kelas 12 semester 2, yaitu sekitar awal tahun 2015. Dimana dua atau tiga bulan lagi saya akan melaksanakan Ujian Nasional setelah sebelumnya dilanda ujian praktek, ujian tahfidz, kemudian dilanjutkan oleh Try Out, saya tiba-tiba kepikiran ingin sekali mendapatkan sebuah paket atau benda dari luar negeri. Entah kenapa. Mungkin sebagai penyemangat (?) atau justru pengen iseng aja gitu..
Kemudian saya menemukan di internet ada web yang menyediakan buku dan majalah gratis. Cuma, saya sudah coba namun saya kesulitan untuk mengikuti prosedurnya hingga akhirnya saya melupakannya. Setelah melupakan untuk bagaimana mendapatkan majalah dan buku gratis dari luar negeri, tiba-tiba muncul ide. “ah, bagaimana kalau saya mencari sahabat pena aja? Bukankah lebih asik kalo punya teman dari luar negeri, lalu kirim-kiriman surat melalui pos..”
Akhirnya saya pun mulai mengetikkan di search Google (saya lupa kata kunci yang saya gunakan apa) namun yang aku temukan adalah cerita-cerita orang lain di blognya tentang dia dan sahabat pena dan tentang isi suratnya. Sebagian besar juga bercerita kalo mereka mulai mendapatkan sahabat pena ketika mereka masih SD dan mereka mendapatkan sahabat pena itu dari majalah Bobo.
“yaaahh ga ada informasi tentang kemana saya bisa mendapatkan sahabat pena..” Saya sudah bukan anak SD lagi dan tentu aja saya ga punya majalah Bobo. Toh keluarga saya dan asrama juga ga berlangganan majalah itu. Hmm tapi akhirnya aku menemukan petunjuk dari sekian web dan blog yang aku kunjungi. Dan pada akhirnya aku mengetikkan kata kunci di pencarian google dengan tulisan “situs pencarian sahabat pena”. Dan Alhamdulillah ketemu.. Berhasil! Horrreyyy!!
Aku menemukan ada blog yang disana si penulis menghimpun empat situs yang bisa digunakan untuk mencari sahabat pena dari seluruh dunia. Akhirnya saya pun mencoba untuk mengunjungi keempat-empat link yang ditulis si pemilik blog. Singkat cerita, saya mulai mencoba mengeksplorasi dan registrasi untuk menjadi member disana. Namun, dari keempat-empat situs yang saya coba, cuma satu situs yang saya sreg dan masih saya kunjungi dan masih saya gunakan sampai sekarang kalau saya hendak mencari sahabat pena baru.. yaitu….. Taaraaaaaaaaaaaaaa…..
kenapa saya lebih senang menggunakan dan mengunjungi web itu? Karena tampilannya sederhana dan mudah saya pahami. Dan sangat mudah juga untuk mencari kriteria sahabat pena yang saya inginkan. Bisa berdasarkan Negara, bahasa, dan bahkan usia. Misalnya : saya ingin mencari sahabat pena dari Negara Rusia. Saya tinggal mengklik Link yang tulisannya Russia. Lalu muncullah semua profil member dari Negara Rusia yang meregistrasikan dirinya di website tersebut. Lalu di bawah masing-masing profil orang-orang tersebut, ada tulisan “write her/him” tergantung orang tersebut laki-laki atau perempuan.
(tampilan profil member)
Lalu klik tulisan itu. Disana kemudian muncul
kolom-kolom untuk mengetikkan isi surat yang ditujukan kepada orang tersebut.
(kolom isi surat)
Bingung mau nulis apa?
Apalagi kemampuan bahasa Inggris juga ga bagus-bagus amat dan bahkan pas
pasan?? GUE BANGEETTT! Ada yang bernasip
sama? Kalo iya, kita senasip, cuy.. Saya
juga awalnya bingung malah ga tau harus nulis apa buat orang lain yang saya ga
kenal sama sekali bahkan dengan orang yang bukan senegara dengan saya, yang
otomatis budaya, dan bahasa juga berbeda.
Akhirnya ya saya pun googling again.. hehe.. Dengan kata kunci
“contoh surat untuk sahabat pena” atau “contoh surat berbahasa inggris untuk
sahabat pena” aduh saya lupa gimana kata kuncinya, pokoknya kurang lebih begitu
ya..
Ohiya. Fyi alias For your information aja nih.. saya kan bahasa
Inggrisnya masih dableg, yak.. Nah, saya masih takut tuh sebenernya nulis
bahasa Inggris apalagi kalau orang yang saya surati itu adalah orang yang writing
language pertamanya itu English alias bahasa Inggris.. Saya malu
karena bahasa Inggris saya masih jelek (sekarang masih deh). Akhirnya saya
akali dengan cari cara lain yaitu saya cari member yang writing language pertamanya
adalah bukan English (bahasa Inggris). Dan saya pun mencari orang yang
Negara dan rata-rata warga negaranya bukan yang bertutur bahasa Inggris,
misalnya Negara Rusia, Jepang, dll..
Kalo orang Rusia rata-rata writing language pertamanya Russian,
baru setelah itu English. Begitu juga dengan orang Indonesia pun
sama, rata-rata writing language pertamanya Indonesian, baru deh writing
language keduanya English.
Tapi ya mau gimana lagi ya. Bahasa Inggris kan bahasa
internasional. Semua manusia di dunia ini yang masing-masing punya latar
belakang bahasa yang luar biasa banyak dan berbedanya, kalau mau komunikasi
antara satu dengan lainnya dengan mudah, ya salah satu caranya adalah dengan
menggunakan bahasa Inggris.
Akhirnya dengan modal nekat, saya beranikan diri untuk menulis
surat elektronik menggunakan bahasa Inggris sebisa yang saya bisa dan dengan
bantuan google translate tentu saja.
Lanjut yang tadi, Nah setelah ketemu, saya ambil contoh dari satu
atau dua web yang menyediakan contoh kalimat atau paragraph isi surat itu.
Kemudian saya ubah-ubah lagi isinya dan saya sesuaikan dengan apa yang ingin
saya ceritakan tentang diri saya secara singkat sebagai perkenalan awal.
Mengenai isi surat sayanya..
(isi suratnya)
Selesai tulis suratnya, lalu saya copy ke kolom untuk tulis surat
dan saya klik send. Nah, nanti surat yang ditulis akan dikirim ke email member
tersebut melalui web ini.
Awalnya saya kepingin banget punya sahabat pena dari Belanda. Tapi
kayanya saya harus menelan kekecewaan karena dari sekian orang/member dari
Negara Belanda yang saya kirimi pesan elektronik, ga ada satu pun yang balas.
Hm.. mungkin hubungan Indonesia dan Belanda waktu itu lagi kurang baik kali ya.
dan iya, ternyata di berita muncul tentang itu. Cuma karena kenapanya lupa,
karena itu terjadi udah lama, pas tahun 2015. Akhirnya dengan main copas alias copy
paste surat yang tadi dibuat, dan tinggal mengubah dear… blab la bla..
dengan dear… (nama orang yang saya tuju), akhirnya saya mengirim ke random
member di negara-negara berbeda. Saya kirim ke Maroko, Tunisia, Norwegia, terus
lupa kirim ke member Negara mana lagi, dan yang terakhir saya kirim ke member
dari Negara Rusia. Surat elektronik terakhir yang saya kirim ke Rusia adalah
surat elektronik ke-15 yang saya kirim hari itu juga.
Dan kalian tahu apa? Dari 15 surat elektronik yang aku kirim ke 15
orang member dari berbagai Negara, yang balas surat elektronikku Cuma satu!
Iya, satu! Yaitu seorang dari Rusia yang mana dia adalah orang ke-15 yang aku
kirimi surat elektronik.. Ajaib.. Biar begitu, Alhamdulillah sampai sekarang
aku masih berteman dengannya dan umur pertemananku sudah hampir 3 tahun.. Tapi
komunikasinya sekarang berpindah dari yang tadinya lewat email, sekarang pindah
ke facebook, kemudian ke whatsapp. Tapi sekarang jarang berkomunikasi karena
dia sibuk kuliah, aku pun juga sama. Ohiya. Aku pernah meminta alamat rumahnya
untuk aku kirimi surat fisik ke dia. Dan dia pun memberikannya sembari
mengatakan “I
will wait you in guests! :)” hm.. apa
itu artinya aku diundang untuk ke negaranya, ke rumahnya? Woooowww.. Aamiin.. Aamiin.. semoga suatu saat nanti
saya bisa ke Rusia dan mengunjungi dia.. dan kalo bisa saya lanjut kuliah
disana.. Aamiin.. J

(suratku yang
sudah sampai di Rusia yang dia foto dan dia tunjukkan ke aku)
Seminggu kemudian, dengan mengulangi isi surat
elektronik yang sama, kembali aku mengirimi 15 orang member secara acak juga.
Dan hasilnya? SAMA! Dari 15 yang aku surati, Cuma 1 yang balas.. :’( Tapi ga apa-apa.. Mungkin yang aku surati dia
sedang sibuk dan tidak mengecek emailnya. Yang balas itu saya lupa orang Swedia
atau orang Portugal. Tapi yang jelas yang aku sempat ngirim surat fisik itu
adalah ke Mr. Eleonore dari Sweden. Aku mengiriminya surat, tapi aku lupa
memfoto suratnya. Dan kemudian dia membalas suratku.. ini dia surat darinya..
(surat balasan dari Mrs. Eleonore)
Namun sayang sekali.. aku membalas suratnya
lagi sangat lama.. hingga akhirnya aku baru bisa sempat mengiriminya surat lagi
setelah hampir 2 tahun :’(
Dan
kini, setelah hampir 2 tahun saya vacuum dari kegiatan korespondensi atau
surat-menyurat dengan sahabat pena, tiba-tiba ada sesuatu yang membuat saya
tergerak kembali untuk melakukan aktivitas ini. Aktivitas ini sangat
menyenangkan dan seruuuuuuu abiiisssss… Dan ini adalah sebuah kegiatan yang
positif. Saya senang melakukannya.
Ini
semua berawal ketika saya sedang main instagram. Seperti biasa liat instagram
story orang-orang dan melihat apa-apa yang di-upload teman-teman di instagram. Dan secara tidak
sengaja aku menemukan sebuah akun instagram dengan ID @happymailer. Ketika saya
kepoin isi upload-an akunnya, waaaww isinya menarik banget. Rupanya si
empunya akun itu suka ngirimin surat, paket atau parsel yang isinya ada
makanan, scrapbook, stiker-stiker lucu, surat, coklat, buku catatan kecil yang
lucu, kertas-kertas lucu, boneka lucu, dan lain-lain gitu..


Nah, singkat cerita, daftar orang yang saya
kepoin akun instagramnya pun bertambah 1, yaitu si akun tersebut. Kegiatan
kepo-mengepo itu seru lho sebenernya. Saya beranggapan kalau kita bisa sedikit
mengerti dan memahami seseorang dari akun media sosialnya. Karena saya
beranggapan bahwa apa yang dimunculkan di akun media sosial seseorang entah
dalam bentuk tulisan atau gambar, itu sedikit banyak mewakili kepribadian dan karakter
orang tersebut. Cuma ya, wallahu ‘alam deh saya Cuma sotoy alias sok tahu..
maklum karena saya bukan ahlinya kalo masalah yang kaya gitu..
Ketika
lagi asik kepoin akun ignya doi, eh tiba-tiba doi memposting sesuatu yang
membuat saya senang, tersenyum, dan girang.. Mau tau apa yang dia posting? GIVE
AWAY!!!
Horaaaayyyy ada GIVE AWAY.. Hal yang dinantikan
oleh banyak orang.. walaupun mungkin ga semua.. Pokoknya dia mengumumkan sebuah
challence berhadiah..
Nah itu dia isi
challence atau kompetisi yang dia adakan. Dia mengadakan challence tersebut
karena dia suka melakukan pertukaran atau saling kirim paket/parsel keluar
negeri. Tetapi dia sedih karena banyak orang lain yang juga menyukai aktifitas
tersebut, tetapi tidak bisa melakukan hal seperti yang dia lakukan karena
terkendala uang, dan lain-lain... Maka dari itu dia membuat challence tersebut
dan bagi yang memenangkannya akan dikirimkan paket/parsel yang dikirim secara
internasional darinya secara gratis. Karena dia berasal dari Negara Australia dan
akan mengirimkan paketnya ke pemenang yang berasal dari luar negaranya. Dan
pemenangnya tidak harus membalas kiriman paketnya.
Challence nya
gampang cuma disuru komentari postingan dia yang itu atau kirimi dia DM alias Direct
Message ke akun instagramnya bagi siapapun yang menyukai kirim-mengirim
atau tukar-tukaran parsel atau paket secara internasional tetapi tidak bisa
melakukannya dikarenakan kendala uang dan lain sebagainya.
Kriteria orang
yang diperbolehkan untuk mengikuti challencenya adalah hanya untuk perempuan,
menyukai pengiriman ke luar negeri, tetapi dia benar-benar memiliki kendala sehingga
dia tidak bisa melakukan pengiriman paket/parsel keluar negeri, yang mana contoh
kendalanya adalah karena uang. Akhirnya saya iseng mengomentari postingannya
menggunakan akun instagram saya yang kedua, yaitu @me_arrts. Isi komentar saya
ada di gambar. Kemudian lewat DM menggunakan akun instagram pertama saya dengan
ID @maryam.syafiyah, saya bertanya kepadanya tentang berapa uang yang dia pakai
untuk sekali mengirim paket/parsel keluar negeri. Dan dia jawab kalau ke Asia
sekitar AU $22, dan sekitar $28 ke seluruh dunia. Kenapa lebih mahal karena
bisa dilacak keberadaan parcel/paketnya. Dan berat parcel yang dikirimkan itu
seberat 500 g dan harga tarif itu hanya untuk satu paket. Katanya “apakah itu
terlalu mahal di Negara mu?” Dan saya jawab, “hm..ya.” lalu saya bertanya lagi
yang intinya dia menggunakan jasa yang mana dalam mengirim paket? Terus dia
bilang kalau menggunakan pos Australia, yang mana itu layanan pos pemerintah,
dia bisa mengirim paket seharga AU $15 ke Asia tetapi tidak bisa di track
atau dilacak perjalanan paketnya. Lalu dia bertanya lagi. “apakah itu masih
terlalu malah di negaramu?” kemudian saya mencari berapa kurs dari AU $15 ke
kurs rupiah, dan ternyata mencapai IDR 159,364. 865 atau sekitar Rp
160.000.. Wow mahal juga ya aku pikir.
Dan aku pun bilang ke dia “ya. this is expensive for me..” karena saya masih
kuliah, belum bekerja dan uang jajan terbatas banget, akhirnya saya
mengakhirkan percakapan dengannya sambil berkata “may be one day I can send a
package for my penspal.. but, thankyou very much for your information.. J (y) “
Dan dia membalas lagi dengan berkata “it might
be cheaper to send a parcel from your country though J this is just the cost from Australia with our
postal system xo”
dan aku pun menjawab lagi dengan “Oowh.. ya!
May be that’s right. Thank you very much before J”
Dan maasyaaAllah..
satu minggu kemudian saya mendapat kabar kalau saya memenangkan challence
darinya. Horaaaayyyy Alhamdulillah…. J
Segera setelah itu dia mengirimi saya pesan
lewat Direct message. Dia menanyakan alamat saya, nama, dan nomer
telepon. Akhirnya saya berikan dan beberapa hari kemudian dia mengirimkan foto
paket yang akan dia kirim ke saya sekaligus memberikan nomer resinya. Kemudian
saya cek dan pantau terus paket saya sudah sampai dimana aja.
Singkat cerita Alhamdulillah paket saya sampai!
Horrayyyy… saya kaget ketika saya sampai
di rumah dan melihat ada paket dan setelah saya baca, itu dikirim dari
Australia dan dikirim oleh Mrs. Olivia.. Sang pemilik akun instagram @happymailer..
wiiihiiiii…. Senangnya bukan kepalang. Saya sampe jingkrak-jingkrakan di ruang
tamu karena dapat paket.. Horeeeeyy gue dapet hadiah dari luar negeri.. J J J
Akhirnya dengan
tidak sabar rasanya untuk segera membuka isi paketnya. Aku pun perlahan merobek
sisi kanan paket dan mulai mengeluarkan dan melihat apa saja isinya..
Dan isinya…. Tararaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…………
MANTAPPPP…
Isinya banyak banget.. Makanannya snack yang dikasih dari dia enak,
barang-barang yang dia kasih berupa stiker, selotip lucu, pin, boneka kangguru,
dan tidak lupa kartu pos!
Amazing! What a happy Iam!!
Senang banget
saya. Karena ini baru pertama kalinya saya dapat kiriman paket dari luar
negeri.. dan lebih-lebih di tanggal 27 Oktobernya saya ulang tahun, sedangkan
paketnya sampai di tanggal 24 Oktober! Secara tidak langsung ini adalah hadiah
pertama ulang tahun saya di tahun ini, 2017! Saya sangat senang dan sangat
menikmati semua pemberian dari Mrs. Olive.. saya ucapkan banyak terimakasih
padanya.. Saya berniat untuk membalas
pemberiannya walaupun dia bilang kalau tidak perlu membalasnya.
Tapi sungguh
saya ingin membalasnya dengan pemberian dari saya yang walaupun sangat tak
seberapa dibandingkan dengan pemberiannya Mrs. Olive sebagai wujud rasa
terimakasih saya padanya. Akhirnya saya
memutuskan untuk mencoba belajar membuat scrapbook untuknya dan memberikannya
beberapa barang kecil yang sekiranya muat untuk dimasukkan ke dalam amplop
surat. Ini dia amplop yang saya buat dan saya gunakan untuk dikirim ke Mrs.
Olive.
Dan mengenai isi amplop yang aku kirim ke Mrs.
Olive itu adalah…
Mengenai apa
yang saya kirim ini, saya telah menuliskannya di akun instagram saya yang
kemudian saya bagikan lagi di akun facebook saya pada Hari Kamis, 7 Desember
2017. Berikut saya kutip kembali tulisan saya itu :
“Benda ke - 5 yg dikirim lewat pos di tanggal 5 desember kemarin..
Benda pertama yg kukirim adalah surat utk sapen di Rusia. Lalu benda ke-2 juga
sama, surat utk sapen di Swedia. Benda ke-3 adalah kartu pos utk seorang yg
alamatnya dikirim secara random dari sebuah Website yg bernama
Postcrossing.com... dan saya mendapatkan alamat seorang dari Negara Czech
Republic dan saya mengirimkan kartu pos padanya. Lalu benda yg ke-4 surat
juga utk sapen yg sama di Swedia. Dan yg ini, yg ke-5 utk sahabat baru di
Australia.. Semoga suratnya sampai walaupun cuma pake RLN, yaitu jasa
pengiriman pos biasa dan menggunakan pranko. Dan yg aku kirim di atas
menggunakan 8 pranko yg harga satuannya Rp 2500 ditambah 1 pranko seharga Rp
3000 (silakan ditotal sendiri biaya pengirimannya J). Berbeda dengan yang EMS, kiriman pos kilat khusus yg diberikan
nomer resinya agar kiriman kita bisa dilacak keberadaannya dan cepet sampenya..
Kenapa ga pake yg EMS aja? Karena EMS itu biayanya jauh lebih mahal.. Bahkan
bisa nyampe 100-200 rb.. :’( :’( :’(
Ohiya. Mengenai apa aja si yg aku kirim lewat amplop ini. Aku
mengirimkan scrapbook pertama buatanku untuknya, karena baru kali ini aku
mencoba membuat scrapbook. (yaa ga terlalu mengecewakan lah scrapbook buatanku
hehe :D ). lalu souvenir bookmark wayang, yg aku beli tempo hari di @haloposnesia,
lalu 3 buah permen, karet ikat rambut warna warni, sticker persija, uang mainan
yg dibeli di abang2 :D, tulisan nama dia yg aku buatkan untuknya, dan brosur
dari minimarket. Karena yg aku tau dia
menaruh minat utk mengoleksi brosur dari seluruh dunia.. Akhir kata, semoga apa
yg kukirim sampai kepada si penerima.. Walaupun lama bgt pasti nyampenya.. Hei
@happymailer, my new friend.. Hope this mail arrive safely to you J
#mail
#snailmail #letter #scrapbook #post #penspal #penfriend.. “
Ohiya. Sebelum aku mengirimkan sebuah kiriman untuk Mrs. Olive, aku
secara tidak sengaja menemukan sebuah website keren yang bernama www.postcrossing.com yang mana itu adalah website untuk melakukan pertukaran silang
kartu seluruh dunia. Aku menemukannya ketika aku sedang googling tentang tarif
pengiriman surat, kartu pos, dan paket keluar negeri di sebuah website/blog
yang secara rinci menjelaskan tentang kirim-mengirim surat, kartu pos, dan
paket. Aku menemukannya di kolom komentar. Tetapi awalnya yang disebutkan
adalah adanya sebuah grup di Facebook yang bernama “Komunitas Postcrossing
Indonesia”. Aku pun tertarik untuk daftar tapi ternyata yang ingin daftar jadi
anggota grup tersebut harus punya ID akun di sebuah website yang bernama www.postcrossing.com yang tadi saya sebutkan. Akhirnya saya meluncur kesana, membaca
ketentuan-ketentuannya, lalu mendaftar jadi anggota. Setelah daftar saya
diberikan alamat random yang mana saya harus mengirimkan kartu pos ke alamat
tersebut. Alamat pertama yang harus saya kirimkan kartu posnya adalah seorang
perempuan dari Negara Czech Republic. Kemudian saya berinisiatif agar sekalian saja
saya mengirimkan surat juga untuk sahabat pena saya di Sweden. Dan ini lah
surat untuk sahabat pena saya di Sweden dan kartu pos untuk teman baru saya di
Czech Republik..


Ohiya nih..
Pengen cerita lagi. Alhamdulillah setelah saya daftar jadi member di www.postcrossing.com permintaan
saya untuk gabung ke grup Komunitas Postcrossing Indonesia diterima/ di acc.
Nah saya pun akhirnya bisa melihat aktifitas-aktifitas di grup tersebut. Ada
yang laporan tentang kiriman paket dan suratnya ke siapa. Ada yang mendapat
kiriman kartu pos atau surat atau paket dari salah seorang member di grup itu.
Dan banyak juga give away disana. Yang hadiahnya berupa kartu pos, dan lain
sebagainya.
Suatu ketika
ada give away lagi dan saya iseng lagi ikut give awaynya.
Dan jawaban saya..
Dan ……….. Taraaaaa…
saya menang lagi… Horreeeyyy Alhamdulillah..
Nah, terakhir…
Saya kemarin
iseng lagi mengunjungi website www.postcrossing.com dan disana
saya mengajukan ingin mengirim kartu pos lagi. Dan dapatlah saya alamat random
yang mana saya harus kirim kartu pos ke alamat tersebut yang ia beralamat di
Rusia..
Lalu di hari
yang sama yaitu kemarin, saya iseng lagi nyari sahabat pena baru dan tentu saja
saya cari dari Negara Rusia.. Rusia lagi Rusia lagi.. karena saya lagi senang
aja gitu dengan Negara tersebut.. ada keinginan mendalam agar aku suatu saat
bisa kesana..kuliah disana, dan mengunjungi sahabat penaku. Walaupun diriku
belum sama sekali menginjakkan kaki kesana, tapi setidaknya suratku udah sampai
disana duluan. Akhir kata, semoga suratku sampai ke tangan yang dituju dengan
selamat.. aamiin.. aamiin.. yaa Robbal ‘aalamiin..
Eiiiitttt masih ada yang ketinggalan.. Mengenai pertanyaan yang ini :
“yam, emangnya dia ga punya WA apa? kok lu pake ngirim surat segala.. Dan pake email doang kan bisa.."
Hm.. Aku yakin dia dan mereka, orang-orang yang aku kirimi surat pasti pada punya WA dan email tentu aja.
Tapi begini lho, teman.. Sensasi dari menerima pesan lewat Email, Facebook, dan bahkan lewat aplikasi Whatsapp, itu sangat-sangat berbeda rasanya dibandingkan dengan menerima pesan melalui surat berbentuk surat fisik secara langsung. Surat yang secara nyata, surat yang bisa digenggam tangan, yang diantarkan langsung oleh Pak Pos, dan surat itu merupakan pemberian langsung dari dia, tulisan tangan, tulisan tangannya dia langsung, dikirim oleh dia menggunakan perangko, yang mana surat itu menjelajahi daratan-daratan, dan melewati setiap batas negara, hingga akhirnya sampai di tangan saya sendiri.. Ditambah dengan rasa yang deg degan, harap-harap cemas, bahkan khawatir bukan main ketika menunggu surat balasan atau ketika saya mengirim surat. Takut-takut kalau suratnya tidak sampai. Karena surat-suratan menggunakan kiriman pos itu sungguh sangat membuat diri harap-harap cemas. karena beberapa kali saya liat dan baca pengalaman orang-orang yang kartu pos kiriman mereka banyak yang tidak sampai.. Tapi, alhamdulillah.. selama ini surat dan kartu pos saya sampai. Salah satunya kartu pos yang saya kirimkan ke Chezh Republic sampai.
Intinya, sensasinya beda banget ketika mendapat pesan lewat email, dengan ketika mendapat pesan lewat surat yang diantar pak pos. Karena sensasi menunggu itu yang benar-benar bisa membuat kita menghargai setiap apa yang kita terima. Saya jadi lebih menghargai surat yang diberikan oleh orang tersebut, dan coba dibandingkan dengan ketika mendapat email.. euforia nya cuma sebentar.. paling cuma.. "Horeeee email gue dibales.." paling cuma begitu aja. Tapi beda banget euforia kegirangan dan rasa senang yang saya dapat ketika benar-benar dapat surat dalam bentuk hard nya, fisiknya, bukan hanya sekedar soft nya, digitalnya..